Kumpulkan Rp 60 M, Ahok-Djarot Tutup Patungan Dana Kampanye

Jakarta - Pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, sudah menutup patungan pengumpulan dana kampanye lewat program Kampanye Rakyat.

Patungan dana kampanye yang ditutup sejak 8 Januari 2017 tersebut berhasil mengumpulkan Rp 60,1 miliar.


Wakil bendahara timses Ahok-Djarot, Joice Triatman, mengatakan ada 10.385 orang yang ikut berpatungan dalam pengumpulan dana tersebut.

Berdasarkan data, 76 persen dana patungan berasal dari individu, sementara sisanya dari perusahaan. Joice juga menjelaskan alasan akhirnya pengumpulan dana tersebut dihentikan.

"Alasannya, kami merasa pencapaian sampai saat ini sebesar Rp 60,1 miliar kami rasa sudah sangat mencukupi untuk pendanaan kampanye Ahok-Djarot. Kami bukan tidak mau merasa ada euforia diteruskan terus, begitu kami rasa cukup, kami ya kami setop," kata Joice di Rumah Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).

"Yang kami tutup hanya penggalangan dana patungan saja," lanjutnya.

Joice kembali menambahkan, dari dana kampanye yang terkumpul, baru sekitar 10 persen yang digunakan. Penggunaan dana kampanye tersebut untuk keperluan pembuatan iklan, pelatihan relawan, dan kegiatan operasional posko pemenangan Ahok-Djarot.

"Sekitar 90 persen baru akan digunakan 2 minggu sampai 1 bulan menjelang pemilihan," tuturnya.

Sementara itu, staf bendahara timses Ahok-Djarot, Michael Sianipar, mengatakan, dari Rp 60 miliar yang berhasil dikumpulkan, 70 persen dana patungan yang masuk berasal dari sumbangan di bawah Rp 500 ribu. Michael melanjutkan, uang Rp 60 miliar tersebut cukup untuk membiayai kampanye Ahok-Djarot bila Pilgub DKI harus dilakukan dua putaran.

"Sebenarnya untuk dua putaran perlu Rp 80 miliar. Setelah didiskusikan dengan Pak Ahok dan Pak Djarot, dana yang terkumpul Rp 60 miliar dianggap sudah cukup. Daripada nantinya mubazir," kata Michael di tempat yang sama.

"Tapi kita tetap optimis menang satu putaran. Kalau ada putaran kedua, nggak perlu gala dinner karena sudah masuk semua uangnya," imbuhnya.

Dia pun mengajak dua paslon lain yang bersaing di Pilgub DKI 2017, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, berlaku transparan soal dana kampanye. "Kami mengajak pasangan lain agar bisa transparan. 

Memimpin Jakarta secara transparan tidak hanya pas kepilih, tapi juga ketika kampanye," imbuhnya.
(bis/imk)





loading...

Populer